OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
Penulis dibaca 140 kali 18 September 2017 0

PAREPARE, - Wali Kota Parepare, Dr.  H. M Taufan Pawe, kembali melakukan rapat evaluasi manajemen RSU Andi Makkasau Parepare, di Ruang,  Aula RSU Andi Makkasau Parepare, Senin, 18 Sep 2017.

Rapat manajemen yang rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan dan sebagai wadah untuk membicarakan dan mencari solusi atas masaalah yang terjadi seputar rumah sakit.

Dalam kunjugannya, Taufan mengatakan, ia tidak mau dengar keluh kesah,  tapi ia ingin dengar hasilnya sejauh mana menyelesaikan masalah yang ada di pihak manajemen RSU Andi Makkasau Parepare.

Lanjutnya, manajemen Rumah sakit ini harus berjalan dengan standar operasional prosedur (S. O. P). Kalau tidak biasa berjalan dengan S.O.P maka jangan harap masalah di Rumah Sakit ini bisa berjalan dengan baik. 

Dewan pengawas juga melakukan tugasnya sesuai aturan dewas, dan dewas juga meneropong pelayanan terhadap pasien,  jika tidak dilayani maka dewas mengevaluasi kinerja manajemen dan dilaporkan ke walikota untuk mengambil tindakan.

Taufan juga meminta kepada direktur RSU Andi Makkasau, agar metekrut dokter, karena kita masih butuh dokter seperti dokter ahli jantung dan sebagainya. 

Ia juga menyarankan agar pihak manajemen jangan ada aroma politik,  tugas manajemen harua melayani masyarakat yang butuh pelayanan di RS tersebut.

Lanjut, ketersedian obat harus segera dievaluasi agar tidak berlarut-larut yang bisa mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat."saya harap agar pihak manajemen melakukan evaluasi untuk mencari solusi masalah,"tuturnya. 

Jangan sekali-kali mudah memasukan orang di RSU bekerja,  karena kalau banyak yang terima SDM dapat merugikan pihak manajemen RS, " biar keluarga walikota,  dewan dan siapa saja tidak boleh diterima karena dangat mempemgaruhi kinerja tersebut. Banyak SDM tapi hasilnya nihil, "tuturnya. 

Sementara itu, inspektur, Inspektorat Parepare, Husni syam yang ikut mendapangi Walikota Parepare menyampaikan, permasalahan obat harus dikaji segera agar tidak berlarut ada masalah. " diminta pihak manajemen agar fokus melakukan evaluasi dan memperbaiki manajemen sesuai S. O. P, "katanya. 

Kebutuhan pegawai harus menyusun,  karena BPK sampaikan ke kami agar melakukan SOP dalam perekrutan SDM harus melalui badan Kepegawaian," jangan perekritan tenaga SDM tapi pemerintah tidak tau, mestinya mengusulkan tenaga apa yang dibutuhkan lalu di laporkan ke pegawaian, "jelasnya.

Husni menambahkan pengelolaan keuangan harus transparansi dan jelas tujuanya,  agar jangan terjadi kemudian hari masalah hukum. 

Selain itu, Anggota Dewas RSU Andi Makkasau, Hatta Broncong, menyarankan,  agar parkir itu ditangani pihak RS, melakukan rapat dengan pihak manajemen, BPJS,  dan dewas untuk membahas masalah obat."pihak manajemen harus duduk bersama degan pihak BPJS dan dewas, "jelas Hatta Broncong. 

 

 


Penulis dibaca 87 kali 18 September 2017 0
WALI KOTA‎ Parepare, HM. Taufan Pawe, memantau langsung progres sejumlah proyek pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Tipe B, Andi Makkasau. Senin (17/9/2017).
 
Taufan di dampingi sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Kepala Kantor Inspektorat, Husni Syam. 
 
Dalam kesempatan ini, Taufan Pawe menyempatkan diri melihat langsung ruangan dan kualitas material yang digunakan oleh pihak rekanan.
 
"Kita pantau progres pembangunan insfratruktur di Rumah Sakit. Kita ingin pastikan kualitas bangunan apakah sesuai dengan harapan,"ujar Taufan Pawe. 
Taufan menjelaskan, ruang Insalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Radiologi, yang sementara di bangun di rumah sakit Andi Makkasau itu, diharapkan mampu menjadi salah satu IGD terbaik di Sulawesi Selatan.
 
"Ya, IGD di Rumah Sakit kami ini bisa saja jadi IGD terbaik di Sulsel,"ungkap Taufan Pawe.
 
Wali kota bergelar doktor hukum itu, pun meminta kepada pengawas dan Plt Direktur Rumah Sakit, agar terus memantau perkembangan pembangunan fasilitas rumah sakit, tersebut.
 
"Kami minta juga ke pihak menagemen agar terus melihat perkembangan proyek ini,"katanya.
 
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Renny Anggreani Sari, mengungkapkan, pihaknya terus berinovasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.
 
"Termasuk pembangunan insfratruktur ini, kami anggap perlu karena bangunan IGD lama belum memenuhi standar sehingga kami membangun IGD baru,"ungkapnya.
 
Renny menambahkan, kedua proyek pembangunan untuk menambah fasilitas rumah sakit, itu, diperkirakan rampung di akhir tahun 2017 mendatang. 

Penulis dibaca 79 kali 08 September 2017 0

Parepare_Sikap peduli dan prihatin diperlihatkan Camat Soreang Nurjani, S.Stp kamis Sore pada salah seorang warga yang bermukim dikelurahan Bukit Harapan Kecamatan Soreang. 

Banyaknya informasi yang merebak di beberapa media terkait warganya tersebut langsung ditanggapi Camat Soreang dengan turun langsung melihat  kondisi warganya. 

Abidin kakek berusia 83 tahun,  hidup dengan kondisi sangat memprihatinkan. Tinggal digubuk reot berukuran 5x5 meter yang berdiri di lahan yang bukan miliknya.

Gubuk Abidin terbuat dari potongan kayu yang dipasang darurat sekedar untuk. Melindunginya dari malam dan terik matahari. 
Usianya yang sudah renta membuat Abidin tidak lagi terpakai sebagai kuli bangunan.  Abidin pun hanya bisa mengharap bantuan makanan dari tetangga sekitar rumahnya.

Meski sering mendapatkan bantuan dan tawaran dari pemerintah setempat untuk dipindahkan ke panti sosial, Abidin enggan untuk meninggalkan gubuk miliknya.

“biarmi saya disini saja, saya sukami disini,” jelas Abidin

Camat soreang setelah memberikan bantuan berupa sembako mengungkapkan kegiatan ini rutin mereka laksanakan untunk Membantu masyarakat yang tidak mampu yang berada di wilayah Kecamatan Soreang.

Nurjani menambahkan Kerawanan sosial yang masih banyak terjadi menjadi pekerjaan bersama dan harus untuk segera diselesaikan.

“kerawanan sosial harus segera diselesaikan agar tidak ada lagi masyarakat kita yang mengalamai hal ini,” Ungkap lulusan sekolah tinggi pemerintahan dalam negeri ini.

Nurjani juga menambahkan, telah mendaftarkan bapak Abidin untuk masuk dalam program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Parepare bersama Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tapi terkendala pada lahan yang ditinggali yang bukan hak miliknya.

Ketua LPMK Baktiar Abu Bakar yang juga hadir mendampingi Camat Soreang mengapresiasi atas respon pemerintah kecamatan yang tanggap dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu.

“saya sangat berterimakasih kepada Bapak Camat Soreang yang telah memberikan bantuan dan bantuan ini dapat memberikan arti untuk mengurangi beban hidup,” tutup Abu Bakar.

 


Penulis dibaca 49 kali 07 September 2017 0

PAREPARE--‎Mantan Walikota Parepare, H. Sjamsu Alam, ditunjuk sebagai salah satu Anggota Dewan pengawas (Dewas) di Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Andi Makkasau, Parepare.

Pengambilan sumpah di gelar di Gedung pola Kantor Walikota. Rabu (6/9/2017).

 Walikota Parepare, HM. Taufan Pawe mengatakan, pelantikan ini adalah bahagian upaya pihaknya dalam memaksimalkan fungsi dan tugas Dewas Rsud pasca diberhentikanya dua anggota Dewas sebelumnya.

 "Kami melantik dua anggota Dewas. Ini bentuk komitmen agar Rumah sakit kedepan makin berkualitas,"katanya. 

 Kedudukan Dewas, kata Taufan Pawe, sangat penting dalam mengawasi sistem yang dijalan oleh pihak menagemen. 

 "Perannya sangat penting untuk mengawasi kebijakan-kebijakan rumah sakit,."katanya.

 Memilih mantan Walikota Parepare sebagai salah satu anggota Dewas kata Taufan bukan tanpa alasan.

Menurut dia, Sjamsu Alam, memiliki pengalaman dalam perumahsakitan. 

 "Beliau memiliki latar belakang kesehatan. Karirnya di Polri sebagai Kepala seksi bidang Kesehatan selama tiga tahun tentu mengetahui seluk beluk perumah sakitan,"tambah Taufan Pawe.

 Sementara itu, Sjamsu Alam sendiri berjanji akan menjalankan fungsi dan tugasnya semaksimal mungkin.

 "Kepercayaan ‎ini tentu harus dijalankan. Kami akan bekerja sebagaiman fungsi dan tugas kami,"ujar Sjamsu Alam.

 Selain Sjamsu Alam, anggota Dewas yang juga dilantik yakni, Syarifudin Wahid, Guru besar Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makasar.

 


Penulis dibaca 151 kali 07 September 2017 0

Parepare_Walikota Parepare, DR. H.M. Taufan Pawe ‎kembali mengukir prestasi di Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Kota Parepare tercatat sebagai daerah terbaik di Sulawesi Selatan dalam pengelolaan keungan daerah sesuai dengan hasil penelitian dan evaluasi yang dilakukan oleh Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi  dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta yang bekerjasama dengan BPK dan Kementrian Dalam Negeri yang dilaksanakan di Gedung Audotorium (UGM), Yogyakarta. Kamis (7/9/2017).‎

‎sebagai salah satu Universitas terbaik di Indonesia, UGM memberikan penghargaan kepada beberapa Kepala Daerah yang salah satunya diberikan kepada Walikota Parepare yang pengelolaan keuangan daerahnya transparan dan akuntabel, di atas Makasar dan Gorontalo

‎Setelah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Rektor UGM Prof Panut Mulyono, Taufan Menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan secara nasional dan regional bahwa parepare yang dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang baik.

Taufan menambahkan, membanggakan yang didapatkan Pemeritah Kota adalah pengelolaan keuangan sangat transparan dan terbaik di regional Sulawesi. “Apa yang kami lakukan dalam pembangunan dan kemasyarakatan sanagat terukur, karena pengeloaan anggarannya transparan. kalau transparan berarti tepat sasaran dan tepat tujuan”, Tegasnya.

‎ Taufan Pawe mengatakan penghargaan indeks transparansi pengelolaal keungan daera tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi pemerintah kota Parepare. S‎ekaligus bukti bahwa pemerintahan yang di pimpinnya selama ini bersih dan bebas korupsi.‎

"Kami bangga dengan  penghargaan ini. Kita telah buktikan bahwa pemerintahan kami bersih. Jadi, bukan hanya laju pembangunan insfratrukturnya kami yang pesat dan dirasakan masyarakat, namun juga organisasi pemerintah daerah yang profesional,"papar Taufan Pawe.

Masyarakat Parepare, lanjut Taufan Pawe, tidak perlu meragukan kemampuan pemerintah kota dalam hal mensejahtrakan rakyat, karena selama dirinya memimpin kebijakan pemerintah ‎akan selalu berpihak pada rakyat.

"‎Kami ada tim Work yang bekerja ikhlas mensejahtrakan masyarakat. Kita buktikan melalui dimensi lain dengan mengkelola uang rakyat yang transparan,"jelas Walikota bergelar doktor hukum ini.

Taufan Pawe menambahkan, ‎apa yang dilakukan jajarannya dal hal kinerja sudah terukur, tepat sasaran.

"Dan telah menunjukkan komitmen kuat untuk mensejahtrakan masyarakat. Saya tentu sangat berterima kasih dengan seluruh perangkat saya,"ungkap Taufan Pawe. 

Kegiatan penyerahan penghargaan ini dihadiri langsung oleh pihak UGM, Kemendagri dan BPK-RI.

 

 


Penulis dibaca 43 kali 07 September 2017 0

Parepare_satu demi satu penghargaan dipersembahkan DR.HM Taufan Pawe kepada seluruh masyararakat Kota Parepare.

Kali ini penghargaan yang tercatat sebagai penghargaan yang ke-82 datang dari Perguruan Tinggi dengan peringkat pertama di Indonesia yakni Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Kota Parepare tercatat sebagai daerah terbaik di Sulawesi Selatan dalam pengelolaan keungan daerah sesuai dengan hasil penelitian dan evaluasi yang dilakukan oleh Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi  dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta yang bekerjasama dengan BPK dan Kementrian Dalam Negeri yang dilaksanakan di Gedung Audotorium (UGM), Yogyakarta. Kamis (7/9/2017).‎

‎Sebagai salah satu Universitas terbaik di Indonesia, UGM memberikan penghargaan kepada beberapa Kepala Daerah yang salah satunya diberikan kepada Walikota Parepare yang pengelolaan keuangan daerahnya transparan dan akuntabel, di atas Makasar dan Gorontalo

‎Setelah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh oleh Rektor UGM Prof Panut Mulyono, Taufan Menyatakan bahwa penghargaan yang diberikan sebagai bentuk pengakuan secara nasional dan regional bahwa parepare yang dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang baik.

Taufan menambahkan, membanggakan yang didapatkan Pemeritah Kota adalah pengelolaan keuangan sangat transparan dan terbaik di regional Sulawesi. “Apa yang kami lakukan dalam pembangunan dan kemasyarakatan sanagat terukur, karena pengeloaan anggarannya transparan. kalau transparan berarti tepat sasaran dan tepat tujuan”, Tegasnya.

‎ Taufan Pawe mengatakan penghargaan indeks transparansi pengelolaal keungan daera tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi pemerintah kota Parepare. S‎ekaligus bukti bahwa pemerintahan yang di pimpinnya selama ini bersih dan bebas korupsi.‎

"Kami bangga dengan  penghargaan ini. Kita telah buktikan bahwa pemerintahan kami bersih. Jadi, bukan hanya laju pembangunan insfratrukturnya kami yang pesat dan dirasakan masyarakat, namun juga organisasi pemerintah daerah yang profesional,"papar Taufan Pawe.

Masyarakat Parepare, lanjut Taufan Pawe, tidak perlu meragukan kemampuan pemerintah kota dalam hal mensejahtrakan rakyat, karena selama dirinya memimpin kebijakan pemerintah ‎akan selalu berpihak pada rakyat.

Sementara itu, terkait penghargaan yang berhasil dikumpulkan Walikota Parepare, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka menjelaskan penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Parepare merupakan penghargaan yang ke-82 di bawah kepemimpinan DR.HM Taufan Pawe.

Hamka menambahkan sebelum mendapatkan penghargaan yang ke-82 tersebut, Pemerintah Kota pada bulan Agustus lalu mendapatkan empat penghargaan nasional yang diantaranya berhasil terpilih menjadi kepala Daerah Inovativ 2017, Adiwiyata Mandiri, Kelurahan Terbaik dan BKD Award 2017.

 

 

 


Penulis dibaca 125 kali 05 September 2017 0

Parepare_ Maraknya kebakaran yang melanda beberapa wilayah di Kota Parepare akhir akhir ini membuat Walikota Parepare DR.HM Taufan Pawe memerintahkan secara langsung Dinas terkait untuk menambah armadanya.

Hal itu disampaikan Taufan Pawe, di hadapan ratusan warga, ditengah acara penyerahan bantuan kepada kelompok usaha bersama (kube), di kompleks Rumah Jabatan Walikota. Selasa (5/9/2017).

"Kita akan anggaran untuk penambahan 1 unit lagi. Anggarannya tidak sedikit, sekitar 1,8 milyar,"terang mantan praktisi hukum ini.

 Taufan mengungkapkan, pengadaan untuk armada damkar perlu dilakukan mengingat kondisi cuaca yang akhir-akhir rawan terjadi musibah kebakaran.

 "Musim kemarau seperti saat ini sangat rawan terjadi kebakaran lebih besar, antisipasi kita lakukan,"katanya.

 Pada keempatan ini, Taufan Pawe, menghimbau agar masyarakat lebi waspada akan bahaya kebakaran. Hal-hal sekecil apapun yang bisa berdampak pada musibah tersebut harus dihindari.

 "Kita lihat sendiri begaimana disejumlah titik di Parepare tiap hari terjadi kebakaran, meskipun itu hanya alang-alang. Kita minta warga untuk mewaspadai hal itu,"ungkap Taufan Pawe.

 


Penulis dibaca 117 kali 05 September 2017 0

PAREPARE_Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Sosial, kembali menyerahkan bantuan modal usaha kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE), setelah bulan lalu mengucurkan bantuan bedah rumah dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe menyerahkan bantuan KUBE dan PKH kepada 300 kepala keluarga dengan bantuan yang dikucurkan sebesar 20 juta perkelompok di Barugae Rumah Jabatan Walikota Parepare (05/09)

Dalam laporan, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial, Irma Suriani menjelaskan bantuan yang diberikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup binaan sosial.

Irma juga menambahkan bahwa bantuan KUBE tersebut akan ditransfer langsung ke rekening. "Jadi bantuan ini kami transfer langsung ke rekening masing-masing kelompok sebanyak Rp 20 juta yang dana tersebut bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan" ungkapnya,

Setelah menyerahkan bantuan sosial secara simbolis, Walikota Parepare menjelaskan bahwa bantuan tersebut untuk meringankan beban hidup masyarakat yang kurang mampu. 

"Pemerintah kota bukan hanya sebatas memberikan bantuan, namun juga berupaya meringankan beban hidup masyarakat sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Parepare" ungkap Taufan

Taufan juga menambahkan bahwa salah satu faedah yang di dapatkan dari bantuan untuk KUBE adalah kebersamaan sebagaimana meningkatkan kualitas kelompok sehingga menciptakan produk yg menjanjikan.

“kedepannya dinas sosial harus memperhatikan kelompok usaha bersama dan tahun 2018 agar menambahkan bantuan dari dana APBD tahun 2018,” Tegas Taufan.

Saat ini jumlah penerima PKH sebanyak 2045 kepala keluarga. Dan jumlah keluarga penerima manfaat yang telah menerima bantuan sebanyak 1843 KK.

Pada acara penyerahan bantuan tersebut selain dihadiri keluarga penerima manfaat, penyerahan bantuan juga disaksikan Pimpinan Bank Sulselbar, Kepala OPD, Camat dan Lurah.


Penulis dibaca 63 kali 04 September 2017 0

Jika pada Senin, setiap pekannya, Pemkot Parepare menggelar Coffee Morning di Sekretariat Daerah Kota (Setdako), kali ini Coffee Morning, Senin, (4/8/2017) digelar di lokasi Hutan Jompie, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka, menguraikan, agenda Coffee Norning pekan ini dilakukan berbeda dari sebelumnya. Selain berbeda lokasi, juga agar pembahasan Coffee Morning langsung dapat diaplikasikan.

“Kami gelar Coffee Morning pada pagi ini berbeda karena agenda pembahasan terkait pengembangan wisata hutan Jompie,” ujarnya.

Hamka, menjelaskan, dalam pembahasan ini, Pemkot Parepare fokus pada progres pengelolaan Hutan Jompie, yang dalam waktu dekat dilaunching sebagai Kebun Raya Nasional.

“Kita lihat saat ini bagaimana Kebun Raya Hutan Jompie yang terus dibenahi dalam meningkatkan kualitas kebun raya ini, sehingga memberikan dampak lebih baik bagi kota Parepare,” terang Mantan Ajudan Gubernur Sulsel, Amin Syam ini.

Selain itu, pembahasan lain dalam Coffee Morning tersebut juga tentang persiapan Lounching Kebun Raya Jompie yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Termasuk di dalamnya bagaimana persiapan launching yang akan digelar beberapa bulan kemudian, termasuk kemudian kesiapan sejumlah struktural yang akan menunjang lokasi ini nantinya,” pungkas Hamka.

Sementara, Wali kota Parepare, Taufan Pawe, menjelaskan tentang progres Hutan Jompie.

“Kita lihat sudah ada kemajuan yang signifikan, tentunya harus kita jaga dan tata bersama sehingga apa yang ada saat ini sendiri terus berkembang dan berkelanjutan, sehingga bisa lebih maju lagi ke depannya,” harap Taufan Pawe


Penulis dibaca 42 kali 04 September 2017 0

Parepare_ Jika pada Senin, setiap pekannya, Pemkot Parepare menggelar Coffee Morning di Sekretariat Daerah Kota (Setdako), kali ini Coffee Morning, Senin, (4/8/2017) digelar di lokasi Hutan Jompie, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka, menguraikan, agenda Coffee Norning pekan ini dilakukan berbeda dari sebelumnya. Selain berbeda lokasi, juga agar pembahasan Coffee Morning langsung dapat diaplikasikan.

“Kami gelar Coffee Morning pada pagi ini berbeda karena agenda pembahasan terkait pengembangan wisata hutan Jompie,” ujarnya.

Hamka, menjelaskan, dalam pembahasan ini, Pemkot Parepare fokus pada progres pengelolaan Hutan Jompie, yang dalam waktu dekat dilaunching sebagai Kebun Raya Nasional.

“Kita lihat saat ini bagaimana Kebun Raya Hutan Jompie yang terus dibenahi dalam meningkatkan kualitas kebun raya ini, sehingga memberikan dampak lebih baik bagi kota Parepare,” terang Mantan Ajudan Gubernur Sulsel, Amin Syam ini.

Selain itu, pembahasan lain dalam Coffee Morning tersebut juga tentang persiapan Lounching Kebun Raya Jompie yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Termasuk di dalamnya bagaimana persiapan launching yang akan digelar beberapa bulan kemudian, termasuk kemudian kesiapan sejumlah struktural yang akan menunjang lokasi ini nantinya,” pungkas Hamka.

Sementara, Wali kota Parepare, Taufan Pawe, menjelaskan tentang progres Hutan Jompie.

“Kita lihat sudah ada kemajuan yang signifikan, tentunya harus kita jaga dan tata bersama sehingga apa yang ada saat ini sendiri terus berkembang dan berkelanjutan, sehingga bisa lebih maju lagi ke depannya,” harap Taufan Pawe

 


Social Media Humas