OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
Taufan Bangun Pasar Sumpang Ala pasar Sindu di Kota Parepare

Taufan Bangun Pasar Sumpang Ala pasar Sindu di Kota Parepare

Juli Penulis  Muzakkir AM 13 July 2017 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

Parepare_ Pembangunan Pasar Tradisional atau Pasar Rakyat Sumpang Minangae resmi dimulai, itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaharuddin Kadir, dan Komandan Kodim 1405 Mallusetasi Letkol Czi Syarifuddin Sara. Peletakan batu pertama tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu, (12/7).

Pembangunan Pasar Sumpang Minangae yang bersumber dari Dana berbantuan APBN 2017 ini menelan anggaran hingga Rp 6.053.580.000 dengan konsep layaknya Pasar Sindu, sebuah pasar tradisional yang terkenal di Bali.

Meski kembali dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, namun konsep Pasar Sumpang Minangae ini tetap mengacu pada konsep Pasar Tradisional, hanya saja dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai yang dapat menambah estetika pasar dan estetika kota.

Pasar yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Parepare ini akan menyediakan 338 unit lods, yang terdiri dari 20 unit kios dan 318 lapak. Jumlah ini bertambah dibanding pembangungan sebelumnya yang hanya berjumlah 296 lods, masing-masing 16 unit kios dan 280 lapak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe menjelaskan, jika pembangunan pasar Sumpang Minangae tersebut akan menjadi lokomotif pergerakan ekonomi masyarakat Parepare, sebab kata Taufan kemajuan suatu daerah dilihat dari pembangunan pasar tradisional atau pasar rakyatnya.

"Pasar tradisional atau pasar rakyat adalah pilar penyangga utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pasar Sumpang ini kita bangun kembali untuk menggambarkan estetika kota, saya terus terang cukup terganggu, kita sudah membangun Tonrangeng River Side dengan estetika yang tinggi namun ada sisi sisi tertentu yang semrawut sehingga kita bangun kembali Pasar Sumpang  dengan konsep tradisional tetapi dengan estetika yang tinggi," papar Taufan Pawe.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare H Amir Sabbi mengatakan, pasar tradisional tersebut dibangun dengan luas 73 x 40 meter di atas lahan yang merupakan aset Pemerintah Kota Parepare, dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan.

"Ini dibangun di atas aset Pemkot, dengan luas 73x40 meter, dulu ada yang komplein tapi kita punya sertifikat kepemilikan bahwa lahan ini merupakan aset Pemkot," beber Amir Sabbi saat melaporkan perihal pembangunan pasar Sumpang Minangae.

Dikonsep layaknya pasar tradisional Sindu yang terdapat di Provinsi Bali, pembangunan pasar rakyat Sumpang Minangae, Kota Parepare ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas yang dapat menarik perhatian pembeli untuk berkunjung. Dua di antaranya, menyediakan pos pelayanan kesehatan dan ruang Tera Ulang.

Kedua tempat ini diharapkan mampu memberi pelayanan prima kepada masyarakat yang bertandang di Pasar itu, bagi pembeli yang sakit dapat memungsikan pos kesehatan agar segera diobati, sementara ruang Tera Ulang difungsikan bagi pembeli yang ingin memastikan barang yang dibelinya sesuai takaran.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, H Amir Sabbi kepada sejumlah wartawan. Menurutnya, selain jumlah lods yang bertambah, dari 296 menjadi 338 unit, juga dilengkapi sejumlah fasilitas layaknya di pasar tradisional Sindu.

"Pembangunan Pasar Sumpang ini akan melebihi Pasar Sindu, kita lengkapi WC umum, Pos Kesehatan, ruang bagi Ibu menyusui, ada juga ruang tera ulang. Agar pembuangan air lancar, kita juga bangun IPAL sehingga pembuangan limbah lancar, tidak ada yang tertinggal bekas air sehingga tidak becek," urai mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Parepare ini.

Perihal ruang Tera Ulang, Kementerian Perdagangan RI kata Amir Sabbi, telah menyalurkan bantuan alat tera ulang sehingga dapat menghindari kecurangan para pedagang dalam mengurangi takaran barang yang dijual.

"Semua pembeli bisa langsung ke ruangan Tera Ulang untuk menimbang kembali barang yang dibeli, seperti gula, minyak goreng untuk meastikan betul tidak takarannya. Alatnya sudah ada, kita dapat bantuan dari Menteri Perdagangan," pungkasnya.

dibaca 331 kali Update pada 16 July 2017

Komentari

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Social Media Humas