OT Vozzmag - шаблон joomla Окна
REFLEKSI 3 TAHUN KINERJA WALIKOTA PAREPARE BAWA ANGIN PERUBAHAN

REFLEKSI 3 TAHUN KINERJA WALIKOTA PAREPARE BAWA ANGIN PERUBAHAN Featured

Oktober Penulis  Ita Purnamasari 30 October 2016 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(3 votes)

Tidak terasa sudah tiga tahun Dr. HM. Taufan Pawe, SH. MH menjadi Walikota Parepare. Banyak kemajuan yang telah dicapai Kota Parepare. Wajah kemajuan Kota Parepare sekarang tentu tidak tidak bisa dilepaskan dari sosok walikota yang merupakan praktisi hukum ini. Sejak dilantik pada 30 Oktober 2013 lalu, praktis sudah banyak yang Taufan perbuat dalam rentang waktu tiga tahun ini yang tak hanya dalam bentuk infrastruktur tetapi juga pembangunan umatnya.

 

Tiga tahun terakhir ini, pembangunan bertumbuh pesat di semua sektor. Sang nahkoda Taufan Pawe sukses menyulap kota ini sehingga berestetika tinggi. Parepare kini matang untuk menjadi sebuah kota maju, kota peradaban modern yang punya daya saing. Parepare sudah pantas disetarakan sebagai kota metropolis.

Banyak keberhasilan yang telah mendapat pengakuan selama Taufan memimpin kota Parepare ini. Parepare kini telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Ini didukung oleh kepuasan masyarakat terhadap pembangunan dari semua sektor layanan. Terbukti, indeks kepuasan masyarakat untuk semua sektor layanan rata-rata di atas 70 persen.

Mengawali karirnya dalam memimpin kota Parepare, Taufan langsung melakukan pembenahan-pembenahan dalam bidang infrastruktur kota. Menurutnya pembangunan infrasturktur dan fisik kota dapat meningkatkan perekonomian khususnya di Kota Parepare.

Taufan menerapkan teori telapak kaki, ia menginginkan telapak kaki yang menginjakkan kakinya di Kota Parepare sebanyak 500ribu pasang telapak kaki dari jumlah penduduk kota Parepare yang hanya sebesar 137ribu jiwa pasang tapak kaki.

Untuk itu, Taufan akhirnya banyak melakukan pembangunan prestisius yang menjadi ikon kota yang diharapkan mampu menjadi magnet untuk menarik masyarakat baik dari Kota Parepare maupun dari daerah sekitaran kota Parepare.

Sebut saja, monumen cinta sejati Habibie-Ainun, pembangunan alun-alun kota lapangan Andi Makkasau, revitalisasi pasar senggol, pembangunan Pare Beach dan berbagai pembangunan infrastruktur lainnya.

Langkah ini terbilang tepat karena kota yang terbilang minim potensi sumber daya alam. Sehingga, dengan adanya ikon-ikon kota seperti ini maka akan semakin banyak pengunjung ke Parepare sehingga makin banyak juga sumber pendapatan bagi warga.

Terbukti, Pendapatan asli daerah juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Capaian PAD Kota Parepare dalam tiga tahun terakhir ini terus memperlihatkan peningkatan yang fantastis. PAD Kota Parepare tahun 2015 telah mencapai angka Rp. 117 miliar dari pemerintahan sebelumnya yang hanya menghasilkan PAD senilai Rp. 67 miliar.

Selain melakukan pembangunan fisik, Taufan juga melakukan pembangunan non fisik melalui pembangunan umat. “Pembangunan infrasturktur kota haruslah berbanding lurus dengan pembangunan umat karena pembangunan dikatakan berhasil apabila bisa diselaraskan dengan pembangunan umat”, beber Taufan disetiap kesempatan.

Tercatat berbagai kebijakan telah dikeluarkan Taufan untuk membangun umat di Kota Parepare ini, diantaranya program peduli pesantren agar diperoleh pendidikan karakter dan moralitas yang kuat, mengumrohkan para imam yang belum menginjakkan kaki di tanah suci. Tahun 2015 lalu Pemkot mengumrohkan 30 imam masjid, dan tahun ini 48 orang. Rencananya, hingga tahun 2017 nanti jumlah imam masjid yang naik umroh bisa mencapai 103 orang.

Tidak hanya imam masjid, ia juga memprogramkan umroh bagi para guru mengaji yang berhasil mengajarkan bacaan al Quran dengan baik kepada anak didiknya. Disamping itu, peningkatan insentif imam masjid dan seluruh pegawai syara untuk memotivasi mereka serta untuk meningkatkan pengabdian para pekerja agama.

Pemerintahan Taufan juga tak pernah absen melaksanakan kegiatan zikir bersama pada setiap Kamis malam dan safari subuh dengan melaksanakan shalat subuh secara berjamaah. Awalnya zikir ini dilaksanakan di Barugae, Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, namun belakangan kegiatannya dipindahkan secara bergilir ke masjid-masjid di seluruh Kota Parepare.

Program-program lainnya yang dilakukan Taufan yang mengusung tagline peduli ini dijabarkan  dalam berbagai program dan kegiatan seperti program peduli kesehatan melalui program kesehatan gratis, program pendidikan  gratis dan bantuan kepada siswa kurang mampu sehingga seluruh usia wajib sekolah dapat menikmati pendidikan, program peduli lorong dan peduli lingkungan yang dimaksudkan menghilangkan kesan kumuh dan remang-remang lorong.

Program  pemberian beras untuk orang miskin (Raskin) gratis kepada masyarakat yang tidak mampu serta program integrasi kepada 68 ribu warga Kota Parepare dipertanggungkan untuk mendapatkan jaminan proteksi  dari BPJS Kesehatan.

Inilah yang kemudian mendapat pujian dan apresiasi dari sejumlah kalangan. Kepemimpinan DR. HM. Taufan Pawe, SH.MH,  sebagai Walikota yang kini telah berjalan 3 tahun, menyuguhkan bukti nyata, dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

dibaca 650 kali

Komentari

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Social Media Humas